Medan | JATANRAS-NEWS – Suasana Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024 semakin memanas setelah calon wakil gubernur Hasan Basri Sagala, pasangan Edy Rahmayadi, memutuskan meninggalkan acara Deklarasi Pilkada Damai di Hotel Grand Mercure, Medan, pada Rabu (25/9/2024). Hasan Basri terpaksa pergi sebelum acara dimulai, akibat keterlambatan calon gubernur nomor urut 1, Bobby Nasution, yang membuat acara molor lebih dari 1,5 jam.
Hasan, yang hadir mewakili Edy Rahmayadi, telah menunggu sejak pukul 14.00 sesuai jadwal. Namun karena Bobby Nasution dan pasangannya, Surya, terlambat hadir, Hasan memilih untuk meninggalkan lokasi guna menghadiri agenda lain yang telah dijadwalkan pada pukul 15.00. “Pak Hasan sudah menunggu lebih dari satu jam, namun karena acara tidak kunjung dimulai, beliau harus pergi untuk menghadiri agenda lain,” ujar Wakil Ketua DPD PDI-Perjuangan Sumut, Aswan Jaya.
Sementara itu, Edy Rahmayadi sendiri tidak hadir dalam deklarasi damai tersebut karena berada di Jakarta menghadiri agenda penting. Meskipun demikian, pasangan Edy-Hasan tetap diwakili oleh Aswan Jaya dan pengurus DPD Hanura Sumut, Hepi Krisman Laia, dalam penandatanganan deklarasi damai.
Acara akhirnya dimulai setelah kedatangan Bobby Nasution, namun tanpa kehadiran penuh dari pasangan Edy-Hasan. Saat ditanya mengenai ketidakhadiran Edy dan Hasan, Bobby menolak memberikan komentar dan meminta wartawan untuk bertanya langsung kepada perwakilan pasangan nomor urut 2 tersebut.
Dengan keterlambatan yang terjadi, suasana persaingan Pilgub Sumut 2024 semakin terasa panas, memperlihatkan rivalitas antara kedua kandidat yang semakin kuat di tengah masyarakat.
(Iren)














