Sumatera, JATANRAS NEWS |Banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera telah menghancurkan ribuan rumah warga. Di tengah kesedihan para korban, mantan Bupati Purwakarta sekaligus tokoh publik Dedi Mulyadi (KDM) datang langsung meninjau lokasi bencana dan menyatakan komitmennya untuk membantu membangun kembali rumah warga terdampak.
Dalam kunjungannya ke Tapanuli Utara, Aceh Tamiang, dan Padang, Dedi berjanji akan membangun tiga kampung baru sebagai tempat tinggal bagi keluarga yang kehilangan rumah akibat bencana.
“Saya tidak ingin hanya menyalurkan bantuan sementara. Kita ingin warga punya rumah lagi, tempat kembali yang layak dan aman,” ujar Dedi di Padang, saat meninjau pengungsian, Rabu (11/12/2025).
Menurut Dedi, pembangunan tahap awal akan dimulai Januari 2026. Di Tapanuli Utara dan Aceh Tamiang, masing-masing akan dibangun 50 rumah, sementara di Padang, ia berencana mendirikan satu kampung baru untuk menampung para korban yang kini masih tinggal di tenda.
Dana dari Hasil Konten Media Sosial
Menariknya, proyek kemanusiaan ini tidak menggunakan dana APBD atau bantuan pemerintah. Dedi menyebut sumber pendanaan berasal dari penghasilan pribadi dan kanal media sosial miliknya.
Mengutip laporan JatimTimes.com, estimasi penghasilan dari kanal YouTube KDM Channel berkisar antara US$40.000 hingga US$635.000 per bulan atau sekitar Rp671 juta hingga lebih dari Rp10 miliar, tergantung kurs dan jumlah penonton. Ia juga mengelola kanal lain, Lembur Pakuan Channel, serta akun Facebook dengan lebih dari 14 juta pengikut.
“Konten saya memang tentang kehidupan rakyat kecil. Kalau hasilnya bisa kembali untuk membantu mereka, itu berarti sosial media punya manfaat,” ungkapnya.
Aksi Cepat di Tengah Bencana
Sebelumnya, Dedi juga diketahui telah menyalurkan bantuan hampir Rp7 miliar kepada korban bencana di Sumatera. Sebagian di antaranya, sekitar Rp1 miliar, berasal dari dana pribadinya. Ia juga sempat menyalurkan 1.000 nasi kotak dan kebutuhan logistik lain melalui penerbangan carter.
Langkah cepat ini mendapat banyak apresiasi publik. Warganet menilai Dedi sebagai sosok pejabat yang bergerak tanpa menunggu birokrasi dan memanfaatkan popularitasnya untuk aksi nyata.
Harapan untuk Pemimpin Lain
Sejumlah pengamat menilai apa yang dilakukan Dedi bisa menjadi contoh bagi pejabat publik lainnya. Kepemimpinan yang dekat dengan rakyat dan responsif terhadap bencana diyakini dapat meningkatkan kepercayaan publik.
“Kalau semua pemimpin punya inisiatif seperti ini, penanganan bencana bisa lebih cepat dan efektif,” kata salah satu relawan kemanusiaan di Padang.
Dedi sendiri menegaskan bahwa setiap tindakan sosialnya dilakukan bukan untuk pencitraan, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral.
“Bagi saya, kekuasaan atau jabatan itu bukan sekadar kursi. Itu amanah untuk menolong orang lain,” tutupnya.
Keterangan Tambahan
Lokasi bantuan: Tapanuli Utara, Aceh Tamiang, Padang
Jumlah rumah: Total 150 unit + 1 kampung baru
Sumber dana: Penghasilan media sosial dan dana pribadi
Waktu pembangunan: Mulai Januari 2026















