Serdang Bedagai,JATANRAS-news.com – Satu unit mobil pribadi hangus terbakar di sebuah bengkel mobil yang berada di Dusun I, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, tepatnya di depan kantor DPRD Sergai, pada Senin (1/12/2025) sekira pukul 13.00 WIB.
Mobil yang terbakar diketahui berjenis Daihatsu Ayla dengan nomor polisi BK 1519 XAE, milik Fadli Saman, warga setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.
Kebakaran terjadi cukup cepat. Berdasarkan keterangan saksi dan korban, api pertama kali muncul dari bagian depan kendaraan dan dalam hitungan menit langsung membesar hingga membakar seluruh bodi mobil. Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari percikan api pada baterai (aki) yang menyambar bensin di bawah mobil.
Melihat api semakin membesar, personel Polres Serdang Bedagai yang berjarak dekat dengan lokasi kejadian segera bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Bersama warga sekitar, petugas berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat seadanya — mulai dari sekop tanah, ember air yang dicampur sabun cair, hingga alat pemadam api ringan (APAR) yang dibawa dari Mapolres Sergai.
“Api sempat membesar dan membakar hampir seluruh bagian mobil. Namun berkat kesigapan personel Polres Sergai dan bantuan masyarakat, api utama berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 15 menit,” ujar Kasi Humas Polres Sergai Iptu L. B. Manullang saat dikonfirmasi.
Beberapa saat setelah api padam, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi dan melakukan penyemprotan lanjutan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang masih menyala, terutama pada bagian bangunan sekitar bengkel yang ikut terdampak percikan api.
Situasi berhasil dikendalikan sepenuhnya tanpa korban jiwa. Kepolisian kemudian melakukan olah TKP awal dan pendataan atas kerugian yang dialami korban. Dari hasil pemeriksaan sementara, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah).
Polres Serdang Bedagai mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam melakukan perbaikan atau pengecekan kendaraan, terutama yang berkaitan dengan sistem kelistrikan dan bahan bakar, guna mencegah peristiwa serupa terjadi kembali.
(Iren sinaga)















