Labuhan Batu – Aksi tunggal seorang wanita paruh baya menggerebek barak narkoba di dua lokasi pemukiman padat penduduk di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara menggemparkan jagat maya sekaligus membuat ketar-ketir Polres Labuhanbatu.
Dalam video yang beredar keberanian wanita tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat indonesia. Yang bikin heboh adalah wanita itu menyebut nama Uki dengan lantang, dan Uki diduga bandar narko_ba.
Lokasi pertama yang digerebek di Lingkungan II Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
Lokasi kedua kawasan Kampung Toba, Keluarahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara yang disebut dekat Polsek setempat.
Setelah penggerebekan itu, terduga bandar Uki hingga saat ini tidak diketahui dimana rimbahnya. Satnarkoba Polres Labuhanbatu tak kunjung bereaksi untuk menangkapnya.
Kasat Resnarkoba Polres Labuhan Batu, AKP Hardiyanto saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026) lalu, menyebut terduga bandar Uki yang dituding berada dibalik peredaran gelap narkoba di wilayah kerjanya akan dikejar usai HUT Bhayangkara.
Hardiyanto mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan mengaku tengah bersama Polda Sumut melakukan pencarian keberadaan Uki tersebut.
”Lagi melidik dan mencari barak-barak milik Uki serta keberadaannya sekarang. Kami lagi sama Polda dan Polsek untuk lidik keberadaan Uki,” kata AKP Hardiyanto.
Untuk menggali informasi lebih jauh, pada Minggu (28/6/2026) malam awak media kembali mempertanyakan komitmennya kepada AKP Hardiyanto terkait hasil pengejaran serta keberadaan Uki.
AKP Hardiyanto lewat pesan WhatsApp mengatakan, bahwa hasil penelusuran yang mereka lakukan untuk keberadaan Uki terdeteksi sedang berada di Kota Medan.
Namun anehnya pengejaran terhadap Uki diduga tidak dilanjutkan karena akan dikejar usai perhelatan HUT Bhayangkara selesai dilakukan.
”Kalau seperti ini kita akan kerja maksimal. Masih mati nomor handphone (Uki) nya di Medan, habis HUT Bhayangkara kami kejar lagi bang,” kata AKP Hardiyanto.
Dari jawaban AKP Hardiyanto tersebut terkesan Polres Labuhanbatu tidak serius untuk menangkap pelaku peredaran narkoba di wilayahnya. Sebab, jika nomor HP seseorang sudah diketahui bukan hal sulit untuk menangkapnya. Kemudian, keberadaanya saja sudah diketahui berada di Medan.
Kini masyarakat menanti komitmen Polda Sumatera Utara dan Satuan Reserse dan Narkoba Polres Labuhanbatu untuk menangkap terduga bandar bernama Uki tersebut.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dalam unggahan di media sosial mengatakan terkait perdaran narkoba yang viral di wilayah hukum Polres Labuhanbatu tidak ada toleransi.
Bobby menegaskan tidak ada toleransi bagi penyalagunana narkoba serta bandar-bandar yang merusak generasi bangsa.
”Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada toleransi bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di Sumatera Utara,” tegas Bobby Nasution, Sabtu (27/6/2026) kemarin.
Ditegaskan Bobby, narkoba tidak boleh merusak masa depan generasi kedepan serta dibiarkan beredar di tengah masyarakat. Bobby meminta kepolisian untuk menangkap semua bandar-bandar narkoba.
”Bandar narkoba di Lingkungan II Kampung Baru, Kelurahan Aek Kanopan Timur harus diamankan dan lokasi peredarannya telah digerebek. Kedepannya, pengawasan dan penanganan di seluruh daerah di Sumut akan dilakukan dengan lebih ekstra dan lebih ketat agar peredaran narkoba dapat diberantas hingga ke akarnya,” ujar Bobby.
Kembali kepada wanita yang menggerebek, menurutnya Uki dan Kiki merupakan pasangan suami istri yang sudah lama mengedarkan narkoba tanpa tersentuh hukum.
Akibat dari aksi emak-emak tersebut, kini Kapolres Labuhan Batu dan Kasat Reserse dan Narkoba menjadi perbincangan dimana peran mereka selama ini. Ada apa dibalik terduga bandar yang disebut bernama Uki dan Kiki.
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumatera Utara (Sumut) menyoroti lemahnya penegakan hukum tentang pemberantasan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Labuhan Batu dan daerah lain di wilayah Sumut.
Sekretaris LMND Sumut, Rahmat Situmorang menandaskan, adanya seorang lansia merupakan Ibu Rumah Tangga yang menggrebek tunggal markas peredaran narkotika merupakan tamparan keras buat Polres Labuhan Batu.
Kata Rahmat, seorang wanita paruh baya saja mampu bergerak sendiri tanpa dibiayai negara dan berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika.
Hal ini menunjukkan suatu cerminan penegakan hukum tentang peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Labuhan Batu masih carut marut, sehingga persoalan ini layaknya menjadi pertimbangan bagi Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto untuk melakukan evaluasi kinerja Polres Labuhanbatu.
”Kasus viral ini merupakan cambuk bagi kepolisian setempat dan masyarakat luas menjadi mengerti bagaimana kepolisian di daerah itu dalam menjalankan tugas,” ujar Rahmat.
Persoalan ini, tegas Rahmat, tak boleh dipandang sebelah mata. Sebab jika hal itu dibiarkan tanpa ada evaluasi menyeluruh maka tidak menutup kemungkinan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum akan terjun bebas.
”Ini sebuah alarm keras kepada petinggi Polri untuk berbenah. Sebegitu masifnya peredaran narkotika di daerah Kabupaten Labuhanbatu ini tanpa adanya kontrol. Bagaimana jaminan keamanan bagi masyarakat? jika lokalisasi barak narkoba menunggu viral baru ada penindakan ini merupakan preseden buruk terhadap penegakan hukum,” tegas Rahmat.
Selain itu, kata Rahmat, bahwa terdapat dua lokasi yang menjadi sorotan masyarakat di Sumatera Utara ini yang digrebek oleh emak-emak baru-baru ini. terakhir di kawasan Kampung Toba, Aek Kanopan, juga telah viral di media sosial. Lagi-lagi tindakan itu dapat aplaus dari publik.
”Dua kali peristiwa viral di Labuhan Batu Utara adanya barak narkoba bebas mengkonsumsi narkoba. Nama terduga bandar disebut sebut dan bahkan alat timbangan narkotika ditemukan di lokasi. Dimana peran kepolisian setempat yang notabene digaji negara dari uang rakyat,” imbuhnya.
Rahmat juga menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal persoalan tersebut.
”Kita dari mahasiswa LMND Sumut siap turunkan massa dan turun ke jalan jika nama-nama terduga bandar yang disebutkan serta wajah-wajah yang ada dalam video viral tidak ditangkap Polres Labuhan Batu,” tegasnya.















