PEKANBARU, JatanrasNews.com – Semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Melayu di Provinsi Riau kembali diperkuat dengan terbentuknya Forum Persatuan Laskar Melayu Se-Riau (FPLMR). Forum ini dibentuk sebagai wadah pemersatu berbagai organisasi laskar Melayu yang tersebar di seluruh wilayah Riau dalam menjaga marwah adat, budaya, serta kepentingan masyarakat Melayu.
Pembentukan FPLMR merupakan hasil musyawarah bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persaudaraan. Inisiatif pembentukan forum tersebut digagas oleh Panglima Pucuk Lembaga Laskar Melayu Bersatu, Dt. Ismail Amir, dan mendapat dukungan serta persetujuan dari sejumlah pimpinan laskar Melayu di Riau.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan panglima laskar Melayu, di antaranya Dt. Muhammad Nasir, Dt. Tarmizi Maskar, Dt. Nurmantias Yusuf, serta Dt. Panca.
Dalam kesempatan tersebut, para panglima menyepakati pentingnya membangun sinergi antarorganisasi laskar Melayu guna memperkuat peran sosial, budaya, dan kemasyarakatan di tengah perkembangan zaman.
Panglima Besar Hulubalang LAMR Kota Pekanbaru, Dt. Muhammad Nasir, menegaskan bahwa forum yang baru terbentuk ini bersifat independen dan tidak terafiliasi dengan kepentingan politik tertentu.
“Forum ini bersifat non-partisan. Kehadirannya semata-mata untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat Melayu, khususnya di tanah Riau. Forum ini juga terbuka bagi seluruh laskar Melayu yang ada di Bumi Lancang Kuning,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima Besar Hulubalang Pelalawan, Dt. Tarmizi Maskar, menyampaikan bahwa pembentukan forum tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral para pemimpin adat dalam menjaga kepentingan generasi mendatang.
“Kami menyepakati pembentukan forum ini demi kepentingan anak kemenakan dan masyarakat luas. Ini adalah gerakan bersama agar masyarakat Melayu dapat terus menjadi tuan rumah yang sejahtera di negeri sendiri,” katanya.
Dengan terbentuknya Forum Persatuan Laskar Melayu Se-Riau (FPLMR), para pendiri berharap organisasi ini dapat menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi seluruh elemen laskar Melayu dalam menjaga nilai-nilai adat,
memperkuat persatuan, serta mengawal hak dan kepentingan masyarakat Melayu di Provinsi Riau.
Ke depan, FPLMR diharapkan mampu menjadi mitra strategis berbagai pihak dalam pembangunan daerah, sekaligus menjadi benteng pelestarian budaya Melayu yang tetap relevan di tengah arus modernisasi.
Pekanbaru, 1 Juni 2026
Koordinator Liputan:














