Berita  

HULUBALANG LAMR Kota Pekan Baru Siap Jaga Marwah Melayu, Tegaskan Tidak Ada Tempat Bagi Perbuatan Menodai Adat


PEKANBARU, JATANRAS NEWS.COM –
Hulubalang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru menegaskan sikap tegas mereka dalam menjaga marwah dan martabat bumi Melayu. Di bawah komando Panglima Besar Datuk Muhammad Nasir, bersama Datuk Besar Sri Muspidawan serta Timbalan I Datuk Imas Masnur Salim, para hulubalang menyatakan kesiapan penuh untuk membela adat-istiadat Melayu dari segala bentuk pelecehan moral maupun budaya.


“Kami, Hulubalang LAMR Kota Pekanbaru Riau, siap maju membela adat-istiadat bumi Melayu agar marwah dan martabat kami orang Melayu tidak bisa diinjak seenaknya. Kami berani karena benar, takut karena salah. Demi marwah dan martabat, kami siap mati demi keadilan,” tegas Datuk Muhammad Nasir, Panglima Besar Hulubalang LAMR Kota Pekanbaru.


Sikap keras ini muncul setelah viralnya video dugaan pesta waria di salah satu tempat hiburan malam di Pekanbaru yang diunggah akun TikTok @welia398 dengan narasi keprihatinan atas aktivitas yang disebut mencoreng adat Melayu. Video berdurasi delapan detik tersebut memperlihatkan sekelompok orang diduga waria berpakaian merah di dalam ruangan hiburan malam.


Video itu menuai kecaman luas dari masyarakat Riau, termasuk dari para tokoh adat dan pemuka masyarakat yang menilai kejadian tersebut telah melukai marwah orang Melayu dan menodai nilai-nilai budaya serta agama.


Menanggapi hal tersebut, Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution, mantan Wakil Gubernur dan Gubernur Riau, juga turut menyuarakan keprihatinannya. Ia menegaskan agar FKPMR, MUI, dan LAMR segera mengambil langkah tegas sebagai mitra pemerintah untuk menindak lanjuti peristiwa ini.


“Sebagai mitra pemerintah, tiga lembaga ini harus berani mendorong pemerintah menutup dan mencabut izin tempat hiburan malam yang menjadi lokasi perbuatan tak pantas itu.

Almarhum Bapak Herman Abdullah saja dulu bisa menutup lokalisasi besar Teleju, masa sekarang tidak bisa menutup satu tempat hiburan malam?” ujar Edy Natar.


Ia juga mengingatkan bahwa jabatan dan amanah yang diemban para tokoh hari ini akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.


“Jangan sampai keberadaan lembaga-lembaga ini seperti pepatah Arab ‘Wujuduhu Ka’adamihi’ — ada tapi seolah tak ada. Mari bertindak nyata menjaga marwah bumi Melayu,” pungkasnya.


Hulubalang LAMR Pekanbaru menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal langkah adat dan mendukung tindakan hukum serta moral demi menjaga kehormatan Tanah Melayu.
“Kami hulubalang tidak akan diam. Marwah Melayu adalah harga mati,” tegas Datuk Imas Masnur Salim, Timbalan I LAMR Pekanbaru.


JATANRAS NEWS.COM
Kamis, 29 Januari 2026
Koordinator Liputan: Erwinsyah (Abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page