Medan,JATANRAS-news.com | Si Jago Merah kembali beraksi di Kota Medan. Kali ini, api berkobar hebat melahap sebuah gudang botot atau tempat penyimpanan barang bekas yang berada di Jalan Tempua, Kelurahan Sei Kambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Senin malam, 07 Juli 2025. Kejadian yang berlangsung menjelang malam itu langsung mengundang kepanikan warga setempat yang melihat asap hitam tebal membubung tinggi ke langit.
Informasi kebakaran pertama kali diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan pukul 19.39 WIB. Tak butuh waktu lama, hanya dua menit setelahnya, tepat pukul 19.41 WIB, armada pemadam langsung diberangkatkan dari pos terdekat untuk menuju lokasi kejadian dan melakukan pemadaman serta penyelamatan.
Menurut laporan awal dari Regu 2 DPKP Kota Medan yang dikoordinasikan oleh petugas data lapangan bernama Fahmi, objek terbakar diketahui merupakan gudang penyimpanan barang bekas yang berisi material mudah terbakar, seperti kardus, plastik, kain bekas, hingga logam yang mudah menghantarkan panas. Situasi ini mempercepat penyebaran api dan memperbesar kobaran dalam waktu singkat.
Gudang tersebut berada di kawasan permukiman padat, sehingga upaya evakuasi cepat dan penanganan sigap mutlak dilakukan guna mencegah api menjalar ke rumah-rumah warga. Koordinat lokasi kejadian telah dibagikan kepada seluruh tim di lapangan melalui tautan: https://maps.app.goo.gl/rmEXDJycu8DU8tUU6.
Pelapor kejadian menghubungi pihak DPKP melalui sambungan langsung ke nomor +62 85373897571 dan memberikan keterangan awal situasi di lokasi. Begitu laporan diterima, petugas bergerak dengan pola cepat tanggap. Beberapa warga sempat dievakuasi dari sekitar lokasi gudang sebagai langkah preventif.
“Saat armada tiba, api sudah cukup besar dan menjalar ke bagian atap serta sisi samping gudang. Kami langsung mengepung titik api dari beberapa sisi agar tidak menyambar ke bangunan lain,” ungkap salah satu petugas lapangan.
Proses pemadaman masih terus dilakukan saat berita ini disusun. Tim DPKP bersama unsur relawan serta masyarakat bahu-membahu menjaga perimeter api. Belum ada informasi resmi terkait korban jiwa atau luka-luka, namun kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan mengingat isi gudang yang mudah terbakar.
Pihak DPKP Kota Medan menyampaikan bahwa penyelidikan terhadap penyebab kebakaran sedang dilakukan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun hal ini masih menunggu hasil evaluasi tim teknis di lapangan.
Kepala DPKP Kota Medan mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau dan di lingkungan yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar. “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Segera laporkan jika ada potensi bahaya agar dapat diantisipasi lebih awal,” ujar perwakilan DPKP melalui keterangan singkat.
Masyarakat di sekitar lokasi kini sudah kembali tenang setelah kobaran api berhasil dikendalikan. Meski demikian, bau asap dan sisa bara api masih tercium di beberapa titik.
Perkembangan lanjutan terkait investigasi penyebab, kerugian pasti, dan langkah pascakebakaran akan disampaikan setelah proses pendinginan dan analisa selesai dilakukan oleh tim terkait.
(Ril)















