Virall Video Tiktok Menceritakan Tentang Arogansi Lurah Cinta Damai, Helvetia, Medan

Medan, JATANRASNEWS.COM | Deskripsi dalam video yang diunggah akun Rudi tersebut menceritakan tentang Arogansi Lurah Cinta Damai, Helvetia, Medan, yang tidak mau melayani warga bahkan diceritakan pula Lurah malah membanting meja dan kursi.

Video yang diceritakan berasal dari akun tkp medan yang diunggah pada rabu 31/5/2023 memperlihatkan aksi Lurah Syena Siregar, S.Sos, MSP yang diduga tidak mau melayani warga bahkan hingga banting meja dan kursi.

Dikatakan, Syena mempersulit warga dan tidak melayani dengan baik, malah membanting kursi dan meja di depan warga yang sedang membutuhkan pelayanan dari mereka. Justru sebelum itu mereka malah bernyanyi dan berjoget dan mengabaikan warga yang lagi hutuh pelayanan tersebut ujar warga.

Ketika perempuan berbaju putih mengataka ” Silahkan ! ” langsung dijawab suara perempuan yang diduga sebagai warga yang tidak mendapat pelayanan dengan baik.

” Saya tidak akan pigi ? Ini kantor buat orang mengadu. Untuk warga mengadu, ” ujar si Ibu Warga.

Ibu warga tersebut mengatakan ketika ada ibu-ibu anggota kelurahan yang ingin mendengarkan kelurah warga, langsung disuruh masuk oleh Lurah Syena Siregar dan tidak diperbolehkan melayani kami warga disana.

” Ini ibu lurahnya pak yg baju putih. Yang menyuruh semua anggotanya masuk dan jangan mendengarkan kita. Tidak boleh melayani kita diluar ini pak. Anggotanya pengen tau apa permasalahan kita tapi ibu Lurah marah dan memerintahkan anggotanya masuk kedalam ” ujar si Ibu.

Terlihat juga seorang laki-laki diduga pegawai kantor kelurahan yang s8dang memvideokan si ibu. Bukannya menenangkan warga yang mau berkeluh kesah malah si ” Bapak ” sibuk merekam bak seorang youtuber profesional.

” Saya akan laporkan ibu Lurah ya bu. Ibu tengok ya bu, ” teriak si Ibu warga yang kesal tidak mendapat pelayanan dari Lurah Syena Siregar, S.Sos, MSP.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Batak Intelektual Bersatu (JBIB), Johannes Lumban Gaol, SH didampingi Sekretaris Umum JBIB, Bernard Marpaung, sangat menyesalkan kalau benar tindakan Syena Siregar, S.Sos, MSP, Lurah Cinta Damai telah berbuat arogan terhadap warganya.

” Lurah adalah jabatan publik yang harus memberikan pelayanan maksimal kepada warga. Dia harus menyadari kalau dia digaji dari pajak yang dibayarkan oleh warga, ” ujar Johannes.

Menurutnya, selepas libur ini JBIB akan menginvestigasi hal ini. Warga yang telah mendapan tindakan tidak baik dari pejabat publik wajib untuk dibela.

” Kita akan mengadvokasi warga tersebut. Secepatnya kita akan menemui oknum Lurah tersebut dan akan kita kita tibdak lanjuti dengan menghadap ke walikota atau inspektur. Bila dibutuhkan kita akan mengajukan RDP, ” ujar Johannes yang diamini Bernard Marpaung kepada media.

(Kaperwil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page